Tuesday, December 20, 2011

Pantai Karang Paranje- Garut

Assalaamu’alaikuum baraya~
Saya mau share informasi nih, ada satu pantai yang masih virgin (?) di Garut bagian selatan, namanya Pantai Karang Paranje. Kebetulan, karena rumah saya berada di daerah Garut Selatan, dekat dengan pesisir pantai, salah satunya pantai Karang Paranje ini.
Menurut pemerintah kabupaten Garut, pantai Karang Paranje seluas 9 ha, dan luas kawasan berkisar sampai 13 ha, luas banget kan…pantai ini terletak di Desa Karyasari, Kecamatan Pameungpeuk. Daerah ini merupakan daerah yang nan jauh di mato..jauuh sekali dari Garut kota yang sebagian besar orang tahu. Lamanya perjalanan dari Garut kota itu sekitar 2-3 jam untuk bisa mencapai daerah ini, tapi untuk ke daerah ini agak ekstrim jalannya, yah bisa dibilang mendaki gunung lewati lembah, dan jalan yang berkelok-kelok, siapin kresek item aja ya kaka..hihi

Tapi….setelah sampai di pantai ini..jeng jeng jeeenggg…masya Allah rasa cape bak ilang semuaa…ini pantai berasa milik sendiri,tau kenapa? Seppiiii banget coy!! Gak seperti pantai-pantai yang udah kondang with para wisatawan yang bejibun, sampe susah bikin lapak sendiri, belum lagi sampah-sampahnya. Gugusan karang di tepi pantainya subhanallah indaahhh sekali, berasa gaya gitu kalo bertengger disanaa..hahaha..Niih, penampakannya…

Pantai Karang Paranje

Ada beberapa kegiatan seenaknya yang bisa dilakukan disana…let’s check it out …

Nah, kita analisis (ceilee..) dari segi penamaan pantai ini, kalau orang Sunda itu menamai sesuatu pasti ada hubungannya dengan sesuatu itu, begitu pun dengan pantai ini. Pantai ini dinamai Karang Paranje karena ada satu kisah masyarakat lokal tentang pantai ini. Konon katanya..dahulu kala ada seorang putri yang menyukai adu ayam. Ayahnya mencarikan dia suami dengan mengadakan sayembara, kalau bisa mengalahkan lawan-lawannya, dia akan menjadi suami sang putri. Ternyata eh ternyata ksatria yang memenangkan sayembara itu teh rada teu kasep, dan si putrinya tidak mau menikah dengannya sehingga dia kabur keluar istana dan menuju ke sebuah pantai lalu bersembunyi dibalik karang-karang di tepi pantai itu bersama ayam aduan
kesayangannya. Setelah mengetahui kaburnya sang putri, sang raja mencari-cari ke pelosok daerah, tapi tidak berhasil menemukan sang putri. Hingga pagi hari tiba, seorang pembantu raja mendengar kokokan ayam jantan di balik gugusan karang di pantai, dia menghampiri sumber suara itu, daaaan ternyata ayam yang berkokok itu ayam kesayangannya sang putri dan akhirnya menemukan sang putri disana.


Nah..jadi karang paranje itu dihubungkan dengan cerita rakyat ini… karang, diambil dari gugusan karang-karang yang berada ditepi pantai ini, dan paranje itu dari bahasa Sunda yang artinya kurungan ayam atau tempat ayam, maksudnya dihubungkan dengan cerita tadi tempat sang putri sembunyi bareng ayamnya..jadilah pantai Karang Paranje :D

Seperti yang saya bilang di awal, Pantai karang paranje ini masih virgin, belum dijadikan tempat wisata yang resmi, kepemilikannya pun masih belum jelas, ada yang bilang pantai ini milik masyarakat setempat, ada yang bilang milik pemerintah daerah. Sarana yang ada di pantai ini cuma lapangan kecil untuk tempat parkir, kalau kosong sih suka dipake main bola sama anak-anak. Tempat parkirnya pun belum terkondisi dengan baik. Sarana penunjang lainnya berupa fasilitas umum seperti mesjid, dan warung-warung kecil. Untuk akomodasi belum ada di kawasan ini, paling kalau mau nginep bisa dirumah penduduk setempat. Aksesibilitasnya cukup mudah, kita bisa memakai mobil/motor pribadi, kalau umum juga bisa..ada angkutan umum, atau bisa naik ojek, dan jalan menuju pantai pun baik dan aman, tidak ekstrim.



Kalau kita ke pantai ini di hari-hari biasa, sepinya minta ampun deh dan tidak dikenakan biaya masuk ataupun biaya parkir…Tapi anehnya, karena ketidakjelasan kepemilikan, kalau musim mudik tiba, atau ada acara-acara tertentu, misalnya lebaran..pantai ini wuiiihhh rame beuuddd dan dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk mengkomersialisasikan pantai ini. Kalau pas rame gitu, kita dikenakan biaya masuk Rp 3000 apa Rp 5000  gitu, lupa..hehe dan tariff parkir Rp 1000 =.=’

Intinya adalah, pantai ini masih perlu dikembangkan lagi, karena dia juga memiliki potensi untuk dijadikan objek wisata yang memiliki sarana prasarana yang lebih memadai. Organisasi dan system pengelolaannya pun masih kurang jelas, makanya belum ada aktivitas promosi resmi untuk mengenalkan pantai ini kepada publik, promosi hanya dilakukan oleh wisatawan yang pernah berkunjung melalui word of mouth atau melalui blog-blog.

Padahal yah, pantai ini diciptakan Allah dengan segala rupa keindahannya bukan untuk dibiarkan,tetapi untuk dijaga kelestariannya dan juga untuk dimanfaatkan supaya meningkatkan kemaslahatan masyarakat setempat. Allah itu tidak menciptakan segala sesuatu yang sia-sia, semua pasti ada rencana dibalik itu..subhanallah

Saya berharap, saya bisa menjadi insan pariwisata yang bisa mengembangkan pantai ini, atau kalau belum waktunya..semoga ada seorang insan pariwisata yang bisa menjadikan pantai ini lebih baik dengan menerapkan sustainable tourism atau pariwisata yang berkelanjutan, agar keseimbangan alamnya tetap terjaga..aamiin~

Segitu dulu yah, cuap-cuapnyaahh…semoga bermanfaat bagimu kakaaa ;)
wallahualam bissawab, wassalaam

No comments:

Post a Comment